Tinjaulah Rencana Bisnis Anda

Seperti bisnis yang selalu berubah dari waktu ke waktu, rencana pemasaran dan rencana bisnis seharusnya berubah pula mengikuti perkembangan. Tujuan-tujuan bisnis perusahaan Anda idealnya harus direvisi secara berkala karena para pesaing juga terus bertambah unggul, peta bisnis juga terus berubah, dan jajaran produk Anda terus bertambah.

Inilah lima momen penting yang harus Anda manfaatkan sebagai kesempatan emas untuk melakukan tinjauan ulang terhadap seluruh rencana bisnis Anda untuk jangka waktu ke depan seperti kami sadur dari laman entrepreneu.com.

Periode keuangan baru
Apakah itu bulan baru, periode triwulan baru, atau tahun fiskal yang baru, sediakan sedikit waktu untuk mengulas kembali rencana yang sudah Anda susun untuk mengetahui apakah Anda sudah mencapainya atau belum. Bila Anda baru-baru ini mengadakan perubahan terhadap struktur bisnis Anda, pastikan untuk menambahkannya pada rencana Anda.

Perubahan kebutuhan keuangan
Mungkin Anda memutuskan tahun ini bahwa Anda hendak memperluas bisnis untuk mengakomodasi pertambahan permintaan yang masuk. Anda akan membutuhkan bantuan keuangan dari seseorang baik seorang bankir, investor, atau pemegang saham. Sekarang adalah waktu terbaik untuk memperbarui rencana pemasaran dan rencana bisnis Anda sehingga keduanya dapat secara akurat mencerminkan posisi Anda yang terkini.

Pasar yang berubah
Apabila Anda bergerak dalam sebuah industri yang sangat dinamis dan terus menerus berfluktuasi seperti minyak dan gas, Anda harus membuat perubahan lebih sering. Pastikan rencana bisnis Anda juga disesuaikan dengan perubahan yang ada.

Penambahan jajaran produk

Bila Anda menambahkan produk, maka Ana harus buat perubahan atau terapkan teknologi baru untuk menghemat anggaran, hal ini akan mempengaruhi sedikit banyak rencana masa datang Anda.

Telah tercapainya tujuan

Mungkin rencana bisnis Anda mencantumkan tujuan pencapaian pendapatan dan Anda telah melampaui target tersebut periode lalu. Putuskan apa tujuan Anda untuk masa depan dan revisi rencana tersebut dengan berpanduan pada tujuan tersebut.[]

Sumber: Ciputraentrepereunership.com

Foremost, Sepatu dengan Footprint Aksara Sunda & Pulau Indonesia

Kreativitas generasi bangsa memang patut diacungi jempol. Dua orang mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, berhasil merintis bisnis yang suatu hari bukan tak mungkin bisa banggakan negerinya, Indonesia. Memproduksi sepatu dengan footprint beraksara Sunda dan pulau-pulau Indonesia, keduanyapun sukses mengantongi kemenangan di ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2011.

Sepatu unik berbahan utama kulit itu mulai diproduksi pada Oktober 2010. Mengambil nama Foremost sebagai brand produknya, Fauzan Adhima Efwandaputra dan Yusuf Ramdhani berkeinginan mengangkat kepopularitasan Indonesia ke dunia internasional. Bagi keduanya, Foremost merupakan perpaduan nilai antara ciri khas barat dan lokal yang bisa dilihat secara jelas pada footprint pulau-pulau Indonesia serta tulisan aksara Sunda di bagian telapak sepatu.

“Tulisan aksara Sunda itu sebenarnya bertuliskan Indonesian Pride. Kita ingin menjadikan Foremost sebagai kebanggaan orang Indonesia. Nilai tambah dan keunikan ini yang mungkin membuat kami menang (dalam ajang WMM 2011), tutur Fauzan seperti dilansir dari situs resmi Unpad, 25 Januari 2012 lalu.

Selain miliki keunikan di bagian telapak kaki, sepatu Foremost juga mempunyai keunggulan tersendiri. Di antaranya terletak pada desain dan struktur bahan sepatu yang diproduksi dengan cermat. Bagian sol belakang sepatu yang anti gesek hingga pijakan yang tergolong empuk dirancang agar konsumen senantiasa merasa nyaman bila mengenakannya.

Niat serta tekad yang bisa dilihat dari kualitas Foremost merupakan cerminan dua orang pendirinya yang memang hobi dengan sepatu. “Pada dasarnya kita penyuka sepatu jadi kita tahu tentang kualitas sepatu yang baik seperti apa. Kita mencampuradukkan kelebihan-kelebihan sepatu yang pernah kami coba ke dalam Foremost,” jelas Fauzan.

Hingga saat ini, Foremost telah terjual rata-rata 60 pasang setiap bulannya, baik melalui online maupun offline. “Rata-rata 30-40 pieces melalui online dan 30 pieces untuk yang offline. Belum lagi pada bulan-bulan Desember atau menjelang Lebaran,” ujar Yusuf yang memang menangani bidang marketing di Foremost.

Untuk ke depannya, kedua pelaku usaha muda itu berniat memproduksi produk lain yang juga tak kalah menariknya seperti dompet, jaket dan T-shirt. Selain itu, keduanya juga ingin meningkatkan teknologi untuk menambah kualitas produksi sehingga menjadi lebih baik dan menargetkan perluasan pasar, baik pasar domestik serta internasional. Target pasar internasional pertama yang akan dibidik adalah Singapura dan Asia.

“Kita sedang campaign “Foremost for the people” untuk tahun ini. Kita ingin mem-foremost-kan orang. Kita ingin dikenal, dibicarakan dan dipakai,” tutup Yusuf.[]

Sumber

Chocodot, Dodol Cokelat Garut

Siapa tak kenal dengan dodol garut? Penganan manis beraneka rasa ini adalah buah tangan favorit para pelancong sepulang dari Kota Garut. Meski ketenaran dodol garut terkenal hingga ke luar tanah Pasundan, tapi selama bertahun-tahun lamanya tak banyak inovasi yang baru dari bentuk maupun rasa dodol garut. Ya, begitu-begitu saja.

Melihat kondisi dodol garut yang tak banyak berkembang, rupanya Kiki Gumelar, seorang wirausahawan muda asli Garut melihat peluang mengembangkan usaha makanan berbahan dasar dodol. Maka muncullah Chocodot. Apa itu chocodot? Chocodot adalah cokelat isi dodol yang kini marak menjadi oleh-oleh khas Garut mengalahkan dodol garut versi tradisional.

Chocodot memang unik dan menarik. Seperti dilansir intisari-online.com, selain bentuknya dibuat mirip dengan cokelat batangan atau praline yang banyak kita temui di toko-toko. Kemasannya pun dibuat terlihat mewah. Ragam chocodot pun ada banyak. Ada cokelat dark, cokelat susu, dan cokelat putih. Rasa dodol yang dicampur ke dalam cokelat juga beragam. Mulai dari dodol susu hingga dodol rasa durian. Harganya juga cukup terjangkau, antara Rp 6000 hingga Rp 15.000 per batang.

Selain cokelat isi dodol, toko chocodot bernama D’Jieun Coklat ini menjual berbagai produk lain. Ada kaus serta gantungan kunci berbentuk chocodot. Ada pula brodol alias brownies dodol yang juga menjadi produk yang digemari pembeli.[]

Nah, Anda tertarik mencoba chocodot? Mungkin sudah saatnya Anda membawa keluarga berlibur ke Garut dan mampir ke Saung Cokelat di Jalan Babakan Salaawi No.25, Cipanas, Tarogong, Garut.[]

Sumber: Ciputraentrepreuneurship.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.