Melirik Potensi Produk Kain Perca

Kalau jumlahnya sedikit, termasuk dalam limbah. Tapi bila dikumpulkan, bisa menjadi berkah. Itulah kain perca. Produk pernak-pernik dari kain perca sangat digemari, tak hanya oleh pasar domestik tapi juga asing. Sebut saja boneka, tas, selimut, baju, gantungan kunci, seprai, bed cover, sarung bantal, dompet, sepatu dan produk kreatif lainnya. Semuanya mampu mencuri perhatian konsumen dan datangkan omzet bagi produsennya.

kain-percaMeraup rejeki dari kain perca terbilang mudah dilaksanakan, minim modal dan bisa diterapkan dalam skala rumah tangga. Bila Anda memiliki hobi menjahit, peluang bisnis ini patut dikembangkan. Selain bersifat ramah lingkungan, mengolah kain perca menjadi produk yang layak jual juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi sesama di sekitar Anda.

Bagi yang tertarik menekuni bisnis handmade sisa potongan kain ini, raup labanya melalui tiga strategi berikut.

Pameran

  1. Cari komunitas penjual produk kain perca dan aktiflah dalam beragam pameran yang diadakan pemerintah, swasta atau perbankan untuk menjaring pembeli dan agen.
  2. Berinteraksilah dengan pengunjung pameran untuk memberi tahu keunggulan produk Anda dibanding kompetitor serta informasikan pula teknik menjahit yang khas Anda lakukan dalam menghasilkan produk untuk memikat konsumen.
  3. Biasakan untuk menciptakan produk unik agar konsumen mengetahui daya kreativitas Anda yang sangat tinggi. Misal membuat batik kain perca dan lain sebagainya.

Online

  1. Foto produk-produk unggulan Anda dan upload ke jejaring sosial atau media sosial lainnya. Cantumkan informasi mengenai jenis kain, ukuran, teknik menjahit dan teknik perawatan produk yang bisa dikatakan lebih unggul dari kompetitor.
  2. Tawarkan promosi yang menarik agar konsumen atau agen mau membeli. Misalkan diskon, pelatihan membuat pola produk kain perca yang trendi, dsb.
  3. Jawab surat elektronik dari khalayak yang menanyakan produk Anda secepat dan sejelas mungkin dengan gaya bahasa yang ramah agar khalayak merasa terkoneksi dengan Anda secara psikologis. Penuhi permintaan konsumen dengan sigap dan segera kirim produk yang mereka minta dengan packaging yang menarik.

Pencitraan

  1. Buat kartu nama dengan background yang diambil dari salah satu pola produk kain perca Anda. Selain berisi informasi seputar profil usaha yaitu nama, alamat, nomor telepon, alamat surat elektronik cantumkan pula pesan marketing seperti “Produk Kain Perca Asli Indonesia”, atau “Produk Kain Perca Berkualitas Ekspor”, dll.
  2. Buat buku katalog produk yang menampilkan produk-produk andalan yang laris manis di pasaran. Bawalah buku katalog ini kemanapun Anda pergi agar bisa diperlihatkan kepada masyarakat luas.
  3. Biasakan untuk menggunakan produk Anda bila bepergian. Cara ini bisa menjadi strategi promosi berjalan yang cukup efektif. Bila Anda melihat gelagat ketertarikan masyarakat akan produk ciptaan Anda segeralah raih kesempatan emas itu untuk mendatangkan laba.

Sumber: Ciputraentrepreuneurship.com

Kain Perca yang Melanglang Buana

Bandung – Bagi sebagian besar orang kain perca mungkin dipandang sebelah mata. Tapi jika bisa memanfaatkan peluang dan sentuhan seni baik yang baik, kerajinan kain perca atau tekhnik sambung kain (pacthwork) ini memiliki pasar yang menjanjikan. Bahkan, perajin kain perca Cordina (43) bisa membawa karyanya terbang ke Korea.

Bersama suaminya Dowal Simanungkalit, Cordina atau Dina merintis usaha kain perca 17 tahun yang lalu. Menurut Dina, kerajinan kain perca ini memang memiliki pasar yang cukup luas. Meskipun dulu dia berkarya di sebuah gang kecil di Sarijadi, karya Dina sudah dicari oleh orang asing.

“Dulu meski di gang kecil di Sarijadi orang asing sampai mencari,” tutur perempuan kelahiran Palembang ini.

Meskipun besar di keluarga yang erat dengan usaha jahit menjahit, Dina memaparkan awal merintis usaha kerajinan kain perca ini terjadi secara kebetulan. Saat itu dia bertemu dengan seorang penjahit dan mendapatkan kecocokan hingga akhirnya memutuskan untuk membuat kerajinan kain perca.

Produk yang dibuat Dina dari kain-kain perca tersebut berupa satu set perlengkapan tidur seperti bed cover, selimut, bantal dan lain-lain.

Kerajinan kain perca khususnya di luar negeri memang bukanlah barang baru. Untuk negara-negara seperti Eropa atau Amerika, kerajinan kain perca ini dinilai cukup tinggi. Proses pengerjaannya yang lebih lama dari pengerjaan tekstil biasa, menjadi daya tarik yang kuat.

Maka bukan isapan jempol ketika Dina menyatakan kalau pasar untuk kerajinan kain perca ini sangat luas. Dalam memasarkan pun bagi Dina bukanlah hal yang sulit.

Sebelum membuka toko di kawasan Kemang, Jakarta, pesanan demi pesanan datang walaupun masih sebatas pelanggan dari kalangan ekonomi menengah ke atas. Bahkan saat Dina beberapa kali melakukan pameran di luar negeri, karya-karyanya pasti laku keras.

“Pelanggan saya dulu ada dari orang Kanada,” tutur Dina.

Tahun 1997 Dina menutup tokonya karena kewalahan produksi. Tahun 2006, tempat produksi pindah ke Komplek Cipageran Asri, Cimahi. Di sana Dina membentuk kelompok Quiltmania yang bisa diartikan maniak kerajinan kain perca. Dari semula bekerja dengan tiga karyawan, Dina sekarang sudah memperkerjakan 15 karyawan tetap dan sekitar 300 tenaga lepas.

Tapi sayangnya Dina belum menggunakan label Quiltmania untuk produk kain perca-nya. Dina masih sebatas memproduksi untuk negara lain yang nantinya menggunakan label negara tersebut. Dina pernah bekerjasama dengan Taiwan dan sejak tujuh tahun lalu beralih mengekspor produknya ke Korea.

Bukannya tidak ingin membuat label sendiri dan melepaskan dari ikatan kerjasama dengan negara lain. Tapi diakui Dina dibutuhkan modal yang tidak sedikit agar usahanya tetap bertahan. Karena Dina pun harus tetap memikirkan keberlangsungan hidup para pekerjanya.[]

__________

Sumber artikel:

 http://bandung.detik.com/read/2009/04/20/084820/1117949/681/kain-perca-yang-melanglang-buana

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.