Menilik Trend Desain

Tren desain dan produk bisa diciptakan pebisnis, skala kecil hingga besar, dengan melihat perubahan gaya hidup masyarakat. Kembali ke alam dan cermat melihat kondisi sekitar menjadi tolok ukurnya.

Irvan A. Noe’man, Executive Director Yayasan Sentra Kreatif, memaparkan prediksi tren desain pada 2011 berdasarkan empat karakter gaya hidup yang bisa menjadi inspirasinya, yakni:

1. Technatura

Dengan kondisi lingkungan semakin rusak, berbagai penemuan ramah lingkungan semakin marak. Masyarakat sudah mulai sadar lingkungan dan mencari produk yang sesuai dengan pola pikirnya. Produk yang ramah lingkungan menjadi tren. Pola pikir seperti ini juga menimbulkan berbagai inspirasi, untuk ornamen batik atau tekstil yang terinspirasi dari alam dan lingkungan, bahkan arsitektur juga mengambil tema alam.

“Teknologi bisa dimanfaatkan untuk mencipta produk atau desain yang terinspirasi dari alam. Namun produksi tidak harus terpaku pada mesin. Produksi di UKM juga bisa menerapkan konsep ini dengan mengambil inspirasi desain dari alam dan lingkungan,” papar Irvan dalam workshop tren desain di festival UKM Jakarta beberapa waktu lalu.

2. Replay
Ciri konsep ini adalah simpel dan menyenangkan. Teknologi bisa dipersonalisasi, misalnya mencipta sepatu bermerek namun dengan pilihan motif dan warna sesuai selera pembeli. Produksi bisa massal namun bisa dipersonalisasi.

Suasana santai dan tidak formal menjadi ciri khas lainnya. Seperti kedai kopi yang lebih sederhana tanpa papan nama, misalnya. Ini lebih dicari karena masyarakat tak lagi berpatokan pada imej sebuah merek. Menggunakan barang bekas menjadi produk bernilai guna juga bisa menjadi inspirasi lainnya.

“Mengambil inspirasi dari kealamian bentuk gelas plastik penyok, lalu menjadi ide pembuatan produk keramik dengan bentuk menyerupai gelas plastik penyok misalnya,” jelas Irvan dalam workshop tren desain di festival UKM beberapa waktu lalu.

Bisnis mengolah kata yang diwujudkan dalam kaos, misalnya, menjadi ciri lain konsep replay. Ide seperti ini sudah ada di Indonesia, dengan munculnya Dagadu Yogyakarta atau Joger Bali. Namun berbagai ide lain bisa lahir dari kreativitas Anda mencari peluang dari kencenderungan perubahan gaya hidup dan pola pikir masyarakat.

3. Hullabaloo
Chaos atau kemarahan bisa menjadi inspirasi, yang dituangkan dalam kaos atau produk lainnya. Misinya berbisnis sambil menyebarkan pesan yang merepresentasikan aspirasi masyarakat.

Bahkan kondisi dunia yang mulai mengkhawatirkan bisa menjadi ide bisnis yang cemerlang. Norwegia misalnya, kata Irvan, sudah membuat bunker untuk menyimpan biji karena khawatir bumi akan terancam keselamatannya, sehingga upaya pencegahan pun sudah terpikirkan sejak dini.

Inspirasi lain bisa datang dari resesi ekonomi. Konsumsi makanan hasil dari petani lokal misalnya, menjadi peluang bisnis yang juga diprediksi bisa menjadi tren. Gerakan mendukung petani lokal, karena persoalan resesi ekonomi menjadi isu yang melatarinya. Produk yang dijual dengan label gerakan seperti ini memberikan nilai jual tersendiri.

4. Wonderlush
Tema alam menjadi sumber inspirasinya. Jika batik mengambil inspirasi dari bentuk akar misalnya, motif alam lainnya juga bisa diaplikasikan dalam berbagai produk seperti sandal, tas, atau bahkan produk interior.

Desain produk dari alam bisa menciptakan tren di masa mendatang, sejalan dengan perubahan pola hidup masyarakat yang mulai menghargai lingkungan.

Apapun bisnis yang sedang Anda geluti saat ini, skala besar atau kecil sekalipun, sangat bisa mengaplikasi pilihan tren desain ini. Menyasar pasar, pada prinsipnya, membutuhkan kejelian Anda melihat kebutuhan dan perubahan dalam masyarakat.[]

__________

Sumber: Kompas

One thought on “Menilik Trend Desain”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s