Lepas Kejenuhan dengan Berbisnis

Sukses menjalankan bisnis butik busana muslim bisa menjadi panutan ibu rumah tangga lainnya yang ingin sukses berbisnis.

busana_muslimahSeperti yang dilakukan Hj Sofiana pemilik butik Sofie Fashion. Ia mulai merintis usaha bermula dari kejenuhan akibat tak punya kegiatan. Berawal akibat krisis ekonomi pada 1997 ditandai tutupnya sejumlah bank membuatnya harus keluar bekerja.

’’Habis jenuh juga kalau tidak ada kesibukan sama sekali. Jenuh tak punya kegiatan, saya berinisiatif membuka usaha,’’ ujarnya, baru-baru ini.

Lantas, Hj Sofiana mencoba bangkit dengan merintis usaha kecil-kecilan di rumahnya Jl Tirto Mukti II/1, Perum Graha Mukti, Pedurungan. Uang pesangon Rp 5 juta miliknya dia jadikan modal usaha.

Awalnya, Sofie berbisnis aneka baju wanita mulai dari blazer, blus dan kemeja. Koleksinya itu ia pajang di ruangan rumahnya. Semula wanita berkerudung ini hanya memasarkan 50 potong baju yang dia beli dari Jakarta.

Kala itu, cara pemasarannya pun melalui getok tular dengan teman sebayanya yang masih bekerja. Ibu dari dua putra ini tak pernah menyangka buah dari hasil kerja kerasnya menuai sukses. Koleksi busana wanita yang ia jual laris manis. Setiap harinya ramai dikunjungi teman yang akan membeli baju. Permintaan pun mulai berdatangan.

Ingin mengembangkan bisnisnya, Sofie mengontrak rumah di pinggir Jalan Majapahit 201A.

Wanita berkerudung ini kemudian mulai mengoleksi tak hanya busana wanita namun juga busana muslim dewasa, anak-anak dan remaja. Aneka koleksi kerudung menjadi koleksi busana yang ditunggu-tunggu pelanggannya.

’’Bersyukur, usaha ini berkembang pesat. Untuk mempertahankan ini semua saya akan terus mengikuti tren fashion terkini agar tak ketinggalan dengan pesaing lainnya,’’ ungkapnya.

Sepulangnya haji pada 2005, Sofie mencoba menutup auratnya dengan memakai kerudung. Apalagi menurutnya, pakaian muslimah saat ini memang lagi ngetren. Modelnya pun tak lagi monoton dan lebih fashionabel. Dia mencoba  menekuni busana muslimah.

Bermacam-macam model baju muslimah dia coba ikuti. Kerudung manohara, bunda baim, kerudung Oki dan masih banyak lagi lainnya.

Wanita yang juga aktif sebagai pengurus Masjid Agung Jateng ini tak ingin kalah saing dengan pelaku usaha lainnya. Dia berusaha mengikuti tren. Model terbaru di Jakartapun selalu diikuti. ’’Kalau sampai salah model atau kurang bagus, baju menjadi tidak laku,’’ terangnya.

Kesuksesan yang saat ini dia raih adalah hasil dari kerja kerasnya selama ini. Berkat ketekunan dan pantang menyerah, Sofie kini melebarkan sayapnya dengan memiliki dua butik. Butik yang dulunya dia kontrak di Jalan Majapahit 201 kini berada di Jalan Majapahit 203A. Lokasi ini dipilih karena lebih luas dan nyaman untuk pelanggannya.

’’Busana muslim ke depan, makin banyak diminati. Saya yakin dan optimistis usaha ini terus berkembang dengan meningkatkan pelayanan dan kualitas baju pada pelanggan,’’ jelasnya.[]

__________

sumber artikel:

http://ciputraentrepreneurship.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s