Inilah Elemen Proposal Pinjaman

Persetujuan terhadap permintaan pinjaman Anda tergantung pada seberapa baik Anda menampilkan diri, bisnis, dan kebutuhan-kebutuhan keuangan Anda kepada bank selaku pemberi pinjaman. Ingatlah selalu bahwa pemberi pinjaman ingin tahu pasti kapan pinjamannya akan kembali.

Untuk meyakinkan pemberi pinjaman, cara terbaik ialah dengan mempersiapkan sebuah proposal tertulis. Seperti dikutip dari Entrepreneur.com, sebuah proposal pinjaman yang baik terdiri atas beberapa elemen berikut ini:

Informasi umum

• Nama bisnis, nama-nama pimpinan, nomor identitas untuk tiap pimpinan, dan alamat bisnis.
• Tujuan pinjaman: pinjaman apakah yang secara pasti akan digunakan dan mengapa pinjaman dibutuhkan.
• Jumlah yang dibutuhkan: jumlah tertentu yang Anda butuhkan untuk mencapai tujuan Anda.

Deskripsi bisnis

• Sejarah dan sifat bisnis: rincian mengenai jenis bisnis, umur bisnis, jumlah pegawai dan aset bisnis terkini.
• Struktur kepemilikan: detil-detil berkenaan dengan struktur legal perusahaan.

Profil manajemen

• Buatlah sebuah pernyataan singkat tentang tiap pimpinan dalam bisnis Anda. Sertakan latar belakang, pendidikan, pengalaman, ketrampilan, dan prestasi.

Informasi pasar

• Definisikan secara jelas produk-produk perusahaan Anda dan peluang pasarnya. Bagaimana kondisi persaingan dan jelaskan bagaimana bisnis Anda bersaing. Gambarkan pelanggan dan jelaskan bagaimana bisnis Anda dapat memenuhi kebutuhan para pelanggan tersebut.

Informasi keuangan

• Pernyataan keuangan: neraca dan laporan laba rugi selama tiga tahun terakhir. Jika Anda baru saja memulai bisnis, sediakan neraca dan laporan laba rugi perkiraan.
• Pernyataan keuangan pribadi tentang diri Anda sendiri dan pemilik utama bisnis yang lainnya.
• Jaminan yang Anda janjikan sebagai agunan.

Singkatnya, sebelum mengadakan pendekatan terhadap sumber-sumber pendanaan, pastikan hal-hal berikut ini terpenuhi:
• Analisis keuangan: mengidentifikasi semua sumber pendapatan, menaksir biaya bisnis yang wajar, menentukan kebutuhan modal dan memperagakan proyeksi keuangan.
• Riset pasar: terdiri atas riset primer dan sekunder untuk menentukan ukuran pasar, potensi pertumbuhan pasar, dan faktor-faktor relevan lainnya.
• Analisis kompetitif: identifikasi pesaing-pesaing relevan dan taksir kekuatan dan kelemahan mereka sebagai bantuan dalam menentukan kebutuhan-kebutuhan pasar yang belum dilayani dan permintaan pasar potensial untuk produk-produk bisnis dan/ atau layanan baru.
• Pengembangan rencana bisnis: mengembangkan rencana-rencana yang rinci dan yang memberikan landasan untuk melakukan tindakan hukum demi pelaksanaan pernyataan misi dan untuk selanjutnya, mendapatkan keuntungan.

__________

sumber: ciputraentrepreneurship.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s