Category Archives: inspirasi

Suspended

Selama bulan April web saya (JamilAzzaini.com) suspended beberapa kali dan tidak bisa dibuka. Mengapa? Akibat kebanyakan pengunjung, kapasitas web tidak sebanding dengan jumlah pengunjungnya.

Kejadian di dunia maya ini sebenarnya bisa menjadi pelajaran untuk kehidupan nyata. Apabila kemampuan, kapasitas atau core competence Anda tidak memadai menangkap peluang atau kesempatan yang ada, maka Anda akan suspended. Akibatnya, Anda akan ditinggalkan pelanggan atau tidak diberi kepercayaan menangani apapun.

Perluas kapasitas atau wadah Anda agar saat berbagai peluang atau kesempatan datang, Anda mampu menampungnya. Caranya? Pertama, perluas pikiran Anda. Pelajarilah berbagai ide, gagasan, dan ilmu yang sesuai dengan profesi yang Anda tekuni dari banyak ahli.

Jadikan kegiatan belajar dan menambah wawasan seperti kegiatan mandi, rutin setiap hari. Bahkan secara berkala Anda perlu “mandi wajib” alias wajib belajar. Bacalah bacaan yang sarat dengan ilmu dan ide, bukan bacaan gosip dan berita tak bermakna. Dengarkan berbagi ilmu dari para guru, baik langsung maupun lewat media.

Kedua, perluas hati Anda. Biasakanlah mengambil hikmah dari semua kejadian, berbaik sangka kepada Allah atas semua hal yang menimpa hidup Anda. Bersyukur saat mendapat nikmat, sabar saat mendapat cobaan dan ujian. Tetap rendah hati walau banyak mengukir prestasi. Tidak mudah putus asa saat mencoba hal-hal yang menantang dan memerlukan nyali yang tinggi. Jauhi berbagai penyakit yang bisa mengotori hati.

Ketiga, tingkatkan keahlian Anda. Setiap orang yang pikiran dan hatinya sehat pasti ingin menguasai salah satu keahlian. Anda ingin dikenal sebagai ahli apa? Tentukanlah dan kemudian asahlah atau tingkatkanlah. Pesan guru saya, “Kuasailah satu keahlian, fokuslah di keahlian yang kamu pilih, dan jadilah orang hebat di bidang keahlian itu.”

Apabila wadah Anda siap, maka kapanpun peluang atau kesempatan datang, Anda akan siap menampungnya. Keberuntungan itu datang saat peluang atau kesempatan bertemu dengan kesiapan. So, tingkatkan keahlian Anda, perluaslah pikiran dan hati Anda. Mau? Awas kalau tidak mau, bisa-bisa nanti Anda suspended!

Salam SuksesMulia!

by Jamil Azzaini

Sumber : http://www.jamilazzaini.com/suspended/

Advertisements

Penyakit BEJ

Banyak orang lahir di tahun yang sama, sekolah atau kuliah di tempat yang sama, tetapi setelah tua nasib mereka berbeda. Ada yang hidupnya semakin SuksesMulia namun ada yang hidupnya justru semakin sengsara. Ternyata, mereka yang hidupnya rata-rata atau bahkan di bawah rata-rata memiliki pola yang seirama. Orang-orang ini punya penyakit yang sama, penyakit BEJ.

Apa itu penyakit BEJ? BEJ yang saya maksud bukan Bursa Efek Jakarta, tetapi Blame, Excuses, Justify.

Blame adalah kebiasaan menyalahkan orang atau lingkungan di sekitarnya. Saat menyusun skripsi tidak kunjung tuntas, dosen pembimbing yang menjadi sasaran kesalahan. Setelah bekerja, hobinya menyalahkan kebijakan perusahaan, atasan, mitra kerja dan bawahan. Sebagian mereka ada yang menyalahkan orang tua. “Mengapa aku dilahirkan oleh orang tua yang salah?” Bahkan ada yang lebih berani lagi, menyalahkan Sang Pencipta. “Tuhan memang tidak adil kepada saya!”

Bila kebiasaan menyalahkan atau Blame ini terus dipelihara, maka orang tersebut semakin tua hidupnya akan semakin tersiksa. Walau dalam stadium ringan, penyakit Blame harus segera Anda sembuhkan, tidak boleh ditunda-tunda.

Penyakit kedua adalah Excuses alias pandai membuat alasan. Orang yang punya penyakit ini sangat ahli membuat alasan. Saat orang lain sibuk menyiapkan alternatif baru untuk mencapai target, mereka justeru sibuk menyiapkan alasan mengapa target tidak tercapai. Bahkan saat orang tuanya sakitpun, mereka tega-teganya membuat alasan untuk tidak menemani atau meringankan beban orang tua. Menjadi ahli itu penting, tetapi bukan ahli membuat alasan.

Adapun mereka yang mengidap penyakit Justify selalu mencari pembenaran atas kesalahan yang telah dibuatnya. Kata-kata yang sering terucap dari mulut orang yang punya penyakit ini adalah, “Saya kan bukan malaikat, pekerjaan saya kan bukan hanya ini.” Bahkan ketika berbuat dosapun ia membuat pembenaran, “Ah, sekali-kali gak apa-apa, orang lain jauh lebih sering…”

Bila kehidupan Anda ingin terus bertumbuh dan di atas rata-rata maka jauhilah penyakit BEJ, kalau sudah terjangkit segera obati. Mengobatinya tidak perlu ke dokter dan tidak perlu biaya. Yang diperlukan cuma tekad, kemauan dan berlatih untuk terus menjauhinya dalam kehidupan nyata. Obatilah penyakit BEJ sekarang juga sebelum ia berkembang menjadi penyakit pada stadium yang sulit disembuhkan…

ditulis oleh Jamil Azzaini
sunber : http://www.jamilazzaini.com/penyakit-bej/

Ingin bikin Kaos, Polo Shirt, Sweater, Kemeja dan Jaket silahkan kontak kami “Gaban Production” Clothing Vendor

Aku Rindu Menjadi Sepertimu

Ada seorang laki-laki yang ingin sekali punya anak. Setelah bertahun-tahun berdoa, berharap dan berusaha akhirnya keinginannya dikabulkan oleh Allah SWT. Anda tentu bisa membayangkan bagaimana kebahagiaan lelaki itu. Saat rasa cinta kepada sang anak begitu bergelora Allah SWT memerintahkannya untuk menyembelih sang buah hati yang sangat ia cintai. Saya tidak bisa membayangkan perasaan yang berkecamuk dalam hati laki-laki bernama Ibrahim AS itu.

Begitu cintanya lelaki ini kepada Allah SWT, ia relakan sesuatu yang sangat dicintainya untuk dikorbankan. Oh, aku tertegun. Hal terbaik apa yang sudah saya korbankan? Mengapa terkadang aku masih menomorduakan perintah-perintah Allah SWT? Terlalu sibuk dengan kesenangan dunia yang hanya sementara. Terlalu terburu-buru dan tak sabar dengan janji dari Yang Maha Tahu. Pantaskah saya mengaku bahwa saya sangat mencintai Allah SWT?

Padahal saat taat kepada Allah SWT, maka kita akan mendapat berbagai jalan dari arah yang tidak terduga. Sebagaimana Ibrahim AS, ia rela korbankan yang terbaik tetapi dia tak kehilangan yang terbaik bahkan mendapat ganti sesuatu yang diluar nalar manusia, seekor domba terbaik.  Janji Allah SWT pasti bahwa siapa yang taat kepada-Nya akan mendapat berbagai kemudahan dari berbagai penjuru. Tetapi mengapa terkadang kita masih ragu?

Dalam bisnis kita diingatkan untuk bertransaksi secara halal, tetapi mengapa kita masih juga berani menggunakan cara-cara yang haram? Hasilnya? Keuntungan bisnis habis untuk sesuatu yang tidak jelas. Bagi yang bekerja, gajinya terserap habis untuk angsuran yang semakin membesar. Hidup kita akhirnya diperbudak dunia. Kita dibuat sibuk tetapi tidak ada hasil signifikan yang bisa kita nikmati.

Hal-hal yang kita berikan kepada Allah SWT bukanlah yang terbaik. Waktu yang diberikan kepada-Nya adalah waktu-waktu sisa setelah kita lelah untuk urusan dunia. Di saat sepertiga malam Allah SWT merindukan kehadiran kita, tetapi justru kita tertidur pulas atau di depan TV menonton sepak bola. Sedekah atau sumbangan yang kita persembahkan hanyalah recehan, sisa-sisa dari belanja kita bukan sedekah yang disiapkan sejak semula.

Ketika Allah SWT meminta kepada kita melalui nabi-Nya, ‘sampaikanlah walau hanya satu ayat’, kita hanya berdiam diri tanpa aksi bahkan terkadang sibuk menghujat orang-orang yang sibuk berbuat kebaikan. Ketika kita diminta berpegang teguh kepada kitab suci yang Dia turunkan, ternyata kitab suci itu justru kita kunci di dalam almari.

Kita, atau setidaknya saya, belum memberikan yang terbaik untuk Allah SWT. Pantaslah bila berbagai jalan kemudahan dan solusi kehidupan tidak begitu mudah hadir dalam kehidupan kita. Mengapa kita belum memperoleh yang terbaik? Karena kita juga belum memberikan yang terbaik kepada Sang Maha Kuasa.

Terima kasih wahai Ibrahim AS. Aku rindu menjadi sepertimu, menjadi kekasih Allah SWT.

Salam SuksesMulia!

oleh : Jamil Azzaini

sumber : http://www.jamilazzaini.com/aku-rindu-menjadi-sepertimu/