Tag Archives: startup

Persiapan-persiapan Berbisnis

Seorang entrepreneur harus membuat rencana matang sebelum memulai sebuah usaha baru. Seberapa sederhana atau formal sebuah rencana bisnis tersebut tergantung pada individu yang bersangkutan dan jenis usaha yang akan digeluti. Terlepas dari bagaimana pendekatan Anda, rencana bisnis membantu Anda menentukan produk atau layanan yang akan Anda tawarkan dan bagaimana Anda akan secara terstruktur melakukan bisnis. Selain itu, akan menjelaskan bagaimana Anda berencana untuk membiayai usaha tersebut dan langkah-langkah yang akan diambil untuk memasarkan dan menjual produk atau layanan Anda.

Pertama yang harus Anda lakukan, putuskan jenis produk atau layanan yang Anda tawarkan. Mengingat waktu dan upaya untuk menyukseskan bisnis, Anda harus memilih produk atau jasa yang telah Anda kuasai.

Setelah itu, tentukan struktur bisnis. Jika Anda akan menjalankan bisnis sendiri, membangun struktur bisnis Anda mungkin semudah mendeklarasikan diri Anda sebagai pemilik tunggal. Bentuk usaha lain, seperti kemitraan terbatas maupun perseroan terbatas membutuhkan kesepakan dengan mitra bisnis Anda.

Setiap rencana bisnis meliputi berapa banyak modal yang diperlukan untuk memulai bisnis. Anda harus menentukan bagaimana mendanai modal tersebut apakah dari uang pribadi, pinjaman, atau dari investor.

Setelah semuanya siap, tentukan target pasar yang Anda bidik. Untuk menghasilkan pendapatan perlu diketahui jenis pelanggan serta bagaimana bisnis Anda menjangkau mereka. Lakukanlah riset pasar. Selamat berbisnis![]

__________

sumber: ciputraentrepreneurship.com

Tips Berbisnis Mainan Edukatif

IlustrasiAda beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat mengembangkan bisnis mainan edukatif yang Anda buat. Menurut konsultan keuangan Pietra Sarosa dari Sarosa Consulting Group, kita harus lebih kreatif saat membuat desain. Salah satu keunggulan produk kita, Indonesia, dibanding produk negara lain, terutama China, adalah bahannya. Mainan yang kita produksi lebih dikenal baik karena terbuat dari kayu, sementara produk-produk China dibuat dari plastik yang tidak terjamin aspek keamanannya.

Untuk bahan kayu, kita bisa memanfaatkan sisa kayu dari pabrik-pabrik. Banyak pabrik yang mengizinkan limbah kayunya diambil dengan cuma-cuma alias gratis. Kalaupun dikenakan biaya, harganya relatif murah.

Demikian pula jika Anda hendak membuat mainan dari bahan kain. Sebisa mungkin, manfaatkanlah kain sisa. Motif yang tidak selalu seragam justru menjadi sebuah kelebihan karena mainan jadi kaya warna.

Saat bisnis Anda sudah berjalan sukses, lakukanlah pengembangan. Karena pelanggan Anda juga berasal dari kalangan sekolah, Anda bisa menawarkan kepada mereka untuk membuat berbagai perabot sekolah yang menarik bagi anak-anak. Misalnya rak buku, lemari tas, lemari sepatu, lemari mainan, dan masih banyak lagi. Hal yang sama juga bisa ditawarkan kepada pelanggan individu.

Ikutilah saran yang diberikan Pietra agar bisa menjadi pengusaha yang baik:
1. Perhatikan target usia yang dituju. Jangan membuat mainan yang terlalu sulit atau terlalu mudah untuk setiap level.
2. Berkonsultasilah dengan yang ahli dalam dunia anak. Ahli ini bisa saja guru, psikolog, dan juga orang tua.
3. Kembangkan kreativitas. Gali lagi apa yang bisa dikembangkan untuk mainan. Kalau bisa menciptakan mainan yang tidak biasa dan tetap mendidik, usaha Anda bisa menonjol.
4. Cantumkan target usia dalam setiap kemasan mainan. Ini akan sangat membantu orang tua memilih mainan yang cocok bagi anaknya.
5. Sertakan instruksi penggunaan yang jelas dalam kemasan. Kalau bisa, instruksinya dalam bentuk gambar dan tulisan. Ini terutama diperlukan untuk mainan-mainan baru yang tidak biasa.

Produsen mainan seringkah lupa menyertakan instruksi tersebut sehingga orang yang baru pertama kali membelinya jadi kebingungan ketika hendak menggunakannya. Sayang sekali kalau mainan itu malah tidak bisa dimanfaatkan.

Sementara itu, Anna Surti Ariani, psikolog dari Medicare Clinic, menyarankan, sebaiknya dalam instruksi itu juga tercantum apa-apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Misalnya mainan tidak boleh terkena air.

6. Selalu utamakan keamanan mainan yang diproduksi. Untuk bayi dan batita, buatlah mainan dalam ukuran besar.
7. Miliki tenaga kerja terampil dan teliti. Mereka harus bisa membuat mainan dengan kondisi sesuai standar yang sudah ditetapkan. Tidak asal jadi.
8. Gencarkan promosi. Rajin-rajinlah berpartisipasi dalam bazar, pameran, atau acara lainnya.
9. Jangan lupa memberi nama pada usaha Anda sehingga mudah dikenal. Pilih nama yang unik dan mudah diingat. Apabila memiliki toko, Anda bisa menampilkan satu booth mainan untuk setiap jenis sebagai contoh. Dengan cara ini, pengunjung bisa tahu pasti mainan seperti apa yang dibeli. (*/Kompas.com/ian)

Foremost, Sepatu dengan Footprint Aksara Sunda & Pulau Indonesia

Kreativitas generasi bangsa memang patut diacungi jempol. Dua orang mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, berhasil merintis bisnis yang suatu hari bukan tak mungkin bisa banggakan negerinya, Indonesia. Memproduksi sepatu dengan footprint beraksara Sunda dan pulau-pulau Indonesia, keduanyapun sukses mengantongi kemenangan di ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2011.

Sepatu unik berbahan utama kulit itu mulai diproduksi pada Oktober 2010. Mengambil nama Foremost sebagai brand produknya, Fauzan Adhima Efwandaputra dan Yusuf Ramdhani berkeinginan mengangkat kepopularitasan Indonesia ke dunia internasional. Bagi keduanya, Foremost merupakan perpaduan nilai antara ciri khas barat dan lokal yang bisa dilihat secara jelas pada footprint pulau-pulau Indonesia serta tulisan aksara Sunda di bagian telapak sepatu.

“Tulisan aksara Sunda itu sebenarnya bertuliskan Indonesian Pride. Kita ingin menjadikan Foremost sebagai kebanggaan orang Indonesia. Nilai tambah dan keunikan ini yang mungkin membuat kami menang (dalam ajang WMM 2011), tutur Fauzan seperti dilansir dari situs resmi Unpad, 25 Januari 2012 lalu.

Selain miliki keunikan di bagian telapak kaki, sepatu Foremost juga mempunyai keunggulan tersendiri. Di antaranya terletak pada desain dan struktur bahan sepatu yang diproduksi dengan cermat. Bagian sol belakang sepatu yang anti gesek hingga pijakan yang tergolong empuk dirancang agar konsumen senantiasa merasa nyaman bila mengenakannya.

Niat serta tekad yang bisa dilihat dari kualitas Foremost merupakan cerminan dua orang pendirinya yang memang hobi dengan sepatu. “Pada dasarnya kita penyuka sepatu jadi kita tahu tentang kualitas sepatu yang baik seperti apa. Kita mencampuradukkan kelebihan-kelebihan sepatu yang pernah kami coba ke dalam Foremost,” jelas Fauzan.

Hingga saat ini, Foremost telah terjual rata-rata 60 pasang setiap bulannya, baik melalui online maupun offline. “Rata-rata 30-40 pieces melalui online dan 30 pieces untuk yang offline. Belum lagi pada bulan-bulan Desember atau menjelang Lebaran,” ujar Yusuf yang memang menangani bidang marketing di Foremost.

Untuk ke depannya, kedua pelaku usaha muda itu berniat memproduksi produk lain yang juga tak kalah menariknya seperti dompet, jaket dan T-shirt. Selain itu, keduanya juga ingin meningkatkan teknologi untuk menambah kualitas produksi sehingga menjadi lebih baik dan menargetkan perluasan pasar, baik pasar domestik serta internasional. Target pasar internasional pertama yang akan dibidik adalah Singapura dan Asia.

“Kita sedang campaign “Foremost for the people” untuk tahun ini. Kita ingin mem-foremost-kan orang. Kita ingin dikenal, dibicarakan dan dipakai,” tutup Yusuf.[]

Sumber