Tag Archives: artikel

5 Cara Kreatif untuk Menemukan Passion

Kita selalu disarankan untuk menemukan passion, agar kita bisa melakukan sesuatu yang memang kita sukai. Karena, percuma bila kita memiliki gaji yang tinggi tetapi tidak menikmati pekerjaan yang kita lakukan bukan?

Namun, tak semua orang mampu menemukan passion-nya secara langsung. Seringkali kita masih merasa goyah, benarkah ini yang saya inginkan? Kita ingin dibantu untuk menemukan hasrat kita yang terdalam untuk membuat kehidupan kita lebih bermakna. Bila Anda berniat menemukan passion ini untuk membangun usaha yang Anda cita-citakan sejak dulu, coba ikuti lima latihan berikut.

1. Coba ingat, apa yang suka Anda lakukan ketika masih kecil? 
Rob Levit, pakar kreativitas (kalau mengutip istilah Yoris Sebastian mungkin “creative junkie“), speaker, dan konsultan bisnis dari Annapolis, Md, menyarankan Anda untuk membuat daftar hal-hal yang senang Anda lakukan ketika masih kecil. Sebab menurut Levit, “Penelitian membuktikan, ada banyak hal yang bisa ditemukan dalam permainan, bahkan sebagai orang dewasa.”

Coba kunjungi beberapa acara, aktivitas, atau makanan yang Anda sukai ketika masih kecil. Tanyakan pada diri Anda: hal apa dari masa kecil tersebut yang bisa dilakukan ke dalam kehidupan Anda sekarang? Bagaimaan pengalaman di masa lalu tersebut membentuk pilihan karier Anda sekarang?

2. Buat sebuah “papan kreativitas”  
Michael Michalko, pakar kreativitas dan penulis bukuThinkPak, menyarankan, ambil sebuah papan tempelan yang besar, lalu letakkan kata-kata “bisnis baru” di tengah-tengahnya. Kemudian, buat suatu kolase gambar, ungkapan-ungkapan, artikel, puisi, dan inspirasi lain.

“Ketika Anda mengelilingi diri Anda dengan gambar-gambar dari tujuan Anda -misalnya akan menjadi seperti apa Anda nanti, atau apa yang ingin Anda ciptakan- kesadaran dan passion Anda akan tumbuh,” katanya.

Begitu papan tersebut berkembang dan menjadi lebih fokus, Anda bisa mulai mengenali apa yang hilang. Lalu mulai membayangkan cara untuk mengisi kekosongan dan mewujudkan visi Anda.

3. Buat daftar tokoh-tokoh yang menginspirasi Anda
Cari tahu orang-orang yang telah meraih kesuksesan di bidang yang ingin Anda tekuni. Misalnya begini, selama resesi, banyak orang berpaling dari bisnis properti karena mereka berpikir bidang tersebut sudah mati. Namun Levit meyakini, itulah waktu yang tepat bagi Anda untuk terjun ke bisnis properti. Karena, apapun bisnisnya, selalu ada orang-orang yang sukses menjalaninya. Pelajari bagaimana mereka meraih kesuksesan, dan mengapa mereka mampu mempertahankan kesuksesannya ketika orang lain gagal. Kemudian bangun sebuah struktur untuk menirunya.

“Kalau Anda ingin menjadi kreatif, susun rencana yang formal dan teliti. Bukan rencananya yang kreatif, tetapi proses yang Anda jalani lah yang membuka begitu banyak kemungkinan,” papar Levit.

4. Mulailah melakukan apa yang Anda sukai, meskipun tanpa business plan
Memulai bisnis adalah masalah keberanian. Banyak orang yang merasa tak siap bila tidak memiliki perencanaan bisnis secara ekstensif dan tertulis, termasuk investor yang siap menghujani Anda dengan dana. Namun, ide-ide mereka tak pernah hidup, kata Cath Duncan, pakar kreativitas yang berbasis di Calgary, Canada.

Akan lebih baik bila Anda melakukan apa yang Anda sukai, meskipun Anda belum memperhitungkan bagaimana menguangkan hobi Anda tersebut. Pelajari apa yang akan terjadi bila Anda bekerja di area yang menggairahkan Anda. Bangun jaringan bisnis Anda, dan mintalah feedback yang bisa membantu Anda mengembangkan dan menyempurnakan business plan Anda. Menurut Duncan, kegembiraan karena melihat perbedaan yang terjadi akibat kontribusi Anda akan memicu kreativitas Anda.

5. Lupakan dulu ide untuk berbisnis
Kadang-kadang, pikiran kita perlu dibebaskan dari rencana-rencana untuk berbisnis tersebut. Anda bisa mencoba melakukan hal-hal lain yang membuat Anda rileks, entah itu menulis, memasak, berolahraga… apa saja yang Anda sukai. Setelah berlibur secara “mental” untuk memanjakan kesukaan Anda, Anda bisa kembali ke rencana yang telah Anda susun. Lalu, tulislah ide-ide bisnis yang mulai terpikir oleh Anda.

“Anda akan terkejut betapa segar ide-ide Anda,” kata Levit. “Mengamati benda-benda yang indah, seperti seni dan alam, bisa menciptakan koneksi yang sering kita abaikan.”[]

__________

Sumber: female.kompas.com

Advertisements

Suspended

Selama bulan April web saya (JamilAzzaini.com) suspended beberapa kali dan tidak bisa dibuka. Mengapa? Akibat kebanyakan pengunjung, kapasitas web tidak sebanding dengan jumlah pengunjungnya.

Kejadian di dunia maya ini sebenarnya bisa menjadi pelajaran untuk kehidupan nyata. Apabila kemampuan, kapasitas atau core competence Anda tidak memadai menangkap peluang atau kesempatan yang ada, maka Anda akan suspended. Akibatnya, Anda akan ditinggalkan pelanggan atau tidak diberi kepercayaan menangani apapun.

Perluas kapasitas atau wadah Anda agar saat berbagai peluang atau kesempatan datang, Anda mampu menampungnya. Caranya? Pertama, perluas pikiran Anda. Pelajarilah berbagai ide, gagasan, dan ilmu yang sesuai dengan profesi yang Anda tekuni dari banyak ahli.

Jadikan kegiatan belajar dan menambah wawasan seperti kegiatan mandi, rutin setiap hari. Bahkan secara berkala Anda perlu “mandi wajib” alias wajib belajar. Bacalah bacaan yang sarat dengan ilmu dan ide, bukan bacaan gosip dan berita tak bermakna. Dengarkan berbagi ilmu dari para guru, baik langsung maupun lewat media.

Kedua, perluas hati Anda. Biasakanlah mengambil hikmah dari semua kejadian, berbaik sangka kepada Allah atas semua hal yang menimpa hidup Anda. Bersyukur saat mendapat nikmat, sabar saat mendapat cobaan dan ujian. Tetap rendah hati walau banyak mengukir prestasi. Tidak mudah putus asa saat mencoba hal-hal yang menantang dan memerlukan nyali yang tinggi. Jauhi berbagai penyakit yang bisa mengotori hati.

Ketiga, tingkatkan keahlian Anda. Setiap orang yang pikiran dan hatinya sehat pasti ingin menguasai salah satu keahlian. Anda ingin dikenal sebagai ahli apa? Tentukanlah dan kemudian asahlah atau tingkatkanlah. Pesan guru saya, “Kuasailah satu keahlian, fokuslah di keahlian yang kamu pilih, dan jadilah orang hebat di bidang keahlian itu.”

Apabila wadah Anda siap, maka kapanpun peluang atau kesempatan datang, Anda akan siap menampungnya. Keberuntungan itu datang saat peluang atau kesempatan bertemu dengan kesiapan. So, tingkatkan keahlian Anda, perluaslah pikiran dan hati Anda. Mau? Awas kalau tidak mau, bisa-bisa nanti Anda suspended!

Salam SuksesMulia!

by Jamil Azzaini

Sumber : http://www.jamilazzaini.com/suspended/

Peluang Bisnis Di Sekitar

Ada sebuah pertanyaan menarik dari seorang peserta “Entrepreneur University” angkatan ketiga saat mengikuti kuliah perdana pekan lalu. “Saya begitu banyak sekali ide bisnis, tapi nyatanya tak ada satu pun ide bisnis itu terealisir. Akibabnya, saya hanya sekadar kaya ide, tapi bisnis tak ada?”, tanya peserta yang kebetulan ibu-rumah tangga itu.

Sebenarnya di sekitar kita ini banyak sekali macam bisnis yang bisa diraih. Hanya saja, kita harus betul-betul memahami kebutuhan masyarakat konsumen. Sebagai contoh, di beberapa kota di Amerika Serikat, sudah banyak bisnis yang dikembangkan dari ide-ide sederhana seperti bisnis membangunkan orang tidur (morning call). Aneh, tapi itu nyata. Tentu, pengguna jasa ini harus menjadi member terlebih dahulu dengan membayar annual fee dalam jumlah tertentu. Ada juga bisnis yang di sini masih langka dan belum memasyarakat, yakni bisnis menyewakan pakaian dan perlengkapan bayi.

Barangkali sekarang ini belum banyak yang kita temukan. Namun, saya yakin jika kita kreatif, akan mampu melihat peluang bisnis sebanyak-banyaknya dan mampu menangkap satu atau dua di antaranya. Pendek kata, peluang bisnis tidak akan pernah ada habisnya, selama minat manusia masih menjalankan hajat hidupnya di dunia ini.

Dimana saja sebenarnya peluang bisnis disekitar kita? Misalnya, Saat ldul Fitri yang membawa tradisi kirim mengirim parcel dan buah tangan lainnya, walau itu sifatnya musiman, namun saya melihat itu adalah peluang bisnis. Awalnya musiman, tetapi bila dikembangkan dan ditekuni dapat dijadikan bisnis permanen bersama berkembangnya kehidupan sosial masyarakat.

Keterampilan tertentu juga bisa dijadikan peluang bisnis. Terampil dibidang elektronika misalnya, bisa membuka bisnis reparasi dan maintenance alat-alat elektronik. Ahli di bidang komputer bisa membuka bisnis software dan hardware. Terampil di mesin, bisa memulai bisnis dari servis motor atau mobil. Atau barangkali, punya kreativitas yang berciri khas dan unik, kita bisa merintis bisnis kreatif, seperti Kaos Dagadu itu.

Bahwa produk ini akhirnya jadi souvenir khas yogya, itu sebagai bukti bahwa kreativitas bisa jadi peluang bisnis yang menarik untuk digeluti. Maka, tidak ada salahnya, jika kita juga mencoba mengembangkan kreativitas yang tidak lazim dan unik, agar bisa dijadikan peluang bisnis.

Tingkat pendidikan kita juga bisa menjadi peluang bisnis dengan pengembangan profesi. Misal sarjana matematika membuka kursus matematika. Sarjana Sastra lnggris memulai usaha dengan membuka kursus bahasa lnggris. Peluang bisnis juga ada dilingkungan keluarga. Bisa dimulai dengan berbisnis makanan atau katering dan keluarga bisa diajak serta, dan bisnis ini bisa dikelola dari rumah.

Peluang itu juga terdapat di lingkungan pekerjaan, organisasi dan tetangga. Tentu saja, di lingkungan itu kita banyak teman. Maka, jika punya produk tertentu, bisa saja kita jual produk tersebut kepada mereka. Bahkan relasi kita pun bisa juga jadi peluang bisnis. Misalnya, bisa pinjam uang pada relasi untuk modal usaha. Produk yang dihasilkan, selain bisa dijual pada orang lain, juga pada relasi kita itu. Dengan begitu, kita tak hanya jeli mencari peluang bisnis, tapi juga mampu menciptakan Pasar.

Begitu pula, jika punya hobi. Misalnya melukis, bisa jadi pelukis, dan lukisan itu bisa dijual digaleri. Bagi yang hobi senam aerobik atau body Inngunge, bisa berwirausaha buka studio senam. Bahkan, peluang bisnis itu juga bisa diraih saat kita melakukan perjalanan ke luar kota. lde bisnis bisa muncul setelah kita melihat bisnis di kota lain, dan itu bisa dikembangkan di kota sendiri. Hanya saja, agar bisnis yang akan dijalankan tidak sia-sia, ada baiknya pastikan dulu pasarnya.

Tapi, tentu, peluang bisnis itu hanya bisa diraih, jika kita jeli dan gigih. Ingat pepatah yang mengatakan: “Tidak ada usaha, tidak ada hasil”. Oleh karena itu, sebaiknya jangan ragu di dalam setiap meraih peluang bisnis yang ada di sekitar kita. Soal besar kecilnya peluang jangan jadi masalah. Tangkap dulu peluang yang ada. Dan, jangan khawatir, peluang bisnis yang berikutnya pasti akan mengikuti. Bisnis itu selalu mengalir, seperti bola salju, dimulai dari yang kecil lalu menggumpal menjadi besar.[]

Purdi E. Chandra

__________

sumber: entrepreneuruniversity.co.id